Selasa, 17 Mei 2011

hey you!

sudah dekat2 moment penentu keterwujudan mimpi kita... sudah sampai mana persiapannya? Haha. Dan semakin dekat dan waktu semakin cepat berjalan tapi justru semakin banyak hal menggoda yang bisa dinikmati setiap harinya.. dan malahaaaan aku tergoda dengan institut lain. lebih murah! kalau saja seandainya semua berada di kota kembang dgn harga biaya hidup yang sama murahnya. Oh betapa menyenangkannya, bukan? Tapi itu hanya ada di dalam kalimat 'seandainya'.. sayang sekali. yang terjadi sesungguhnya kita harus mengejar mimpi yang satu itu. mimpi besar itu. ayo. pasti kali ini kita dapat :)

Selasa, 03 Mei 2011

Dear you.... (as always my beloved alter ego)

Rasanya mau pura2 saja aku. Pura-pura aku itu kamu. Yang bukan ada di tempat ini. Yang tidak berhadapan dengan orang-orang macam dia dan si itu dan si anu. Yang tidak harus terus menghadapi rasa ketidak sukaan setiap hari. Harus berapa kali aku bilang bahwa aku benar-benar muak? Bahwa aku jauh lebih senang berada di dalam kamar tenggelam dengan kertas, pensil, dan musik? Bahwa bermain denganmu jauh lebih menyenangkan ketimbang dengan orang-orang tidak menarik seperti mereka? Kalau saja aku masih bebas menenggak alkohol. Kita bisa lempari wajah mereka semua dengan pensil. Dengan buku-buku tebal yang tidak bermutu seperti mereka semua. Dan oh, seandainya aku tiba-tiba bisa jadi Karen O. Bagaimana menurutmu? Bukankah kita bisa betul-betul mengacuhkan mereka semua?

Sabtu, 30 April 2011

Dear my alter ego...

Bisakah kita hidup diantara semua hal yang kita cintai? Semua hal yang kita suka ada di sekeliling tanpa melihat dan berhadapan dengan hal-hal terutama orang-orang yang kita benci? Tidak maukah kamu menjalani hidup yang seperti itu? Yang hatimu akan selalu merasa senang dan bahagia. Bukan jenuh dan muak. Bukan ingin lari ke tempat lain asalkan bukan tempat itu. Kamu tahu sekali kalau aku sangat membenci tempat ini --selain kamarku tentu saja. Kamu juga tahu betul aku sangat tidak menyukai orang-orang itu. Yang mau tidak mau harus selalu kamu temui --selain sahabat2ku tersayang tentu saja. Apa kamu punya cara supaya aku bisa menyelamatkan diri dari situasi ini? Dari tempat ini terutama? Karena rasanya aku benar-benar ingin memaki di depan wajah semuanya itu. Ya, mereka menjijikan. Sangat menjijikan sekali.

Minggu, 24 April 2011

dearest my 'other me'

Kalau saja aku benar-benar kamu. Kalau saja aku tidak harus pergi ke kampus besok dan bertemu ruangan berikut isinya yang membosankan, menyebalkan, membuatku tidak lain hanya muak muak muak dan muak. Kalau saja kita benar-benar punya pistol. Pasti di kelas akan ada banyak "Dorr! dorr! dorr!" dan kita bakal keluar dari kelas sambil tertawa2 dan lari untuk menggambar sampai tangan kita tidak sanggup lagi untuk menggambar, kan? Oh ya ampun tapi nyatanya kamu bahkan tidak bisa berbuat banyak untuk menolong situasi ini. Sehingga aku terpaksa untuk terus menerus ada di posisi ini. Semoga doaku betul-betul jadi nyata di tahun ini.

Jumat, 22 April 2011

Another letter to my alter ego 3

Tidakkah kamu menyukai menulis menggunakan tangan kiri? Meskipun hasilnya tentu tidak sebaik tangan sebelah kanan. Padahal kamu bukan tidak menyukai tangan kanan hanya saja kamu merasa bosan selalu menulis menggunakan tangan kanan. Kita memang orang yang mudah bosan, bukan? Tapi mengenai menulis esay ratusan bahkan ribuan kata yang sampai berlembar-lembar kita bukan bosan. Tapi memang kita tidak menyukainya. Segalanya jadi nampak menjijikan bila berkaitan dengan tugas argumentasi politik. Memangnya kenapa kalau kita tidak menulis dengan font times new roman size 12 dan spasi 1,5? Bukankah tulisannya menjadi lebih indah bila kita menggunakan font lain yang tidak membosankan? Bila menggunakan berbagai ekspresi dengan font tebal garis bawah dan italic? Oh ditambah pula dengan suasana kelas yang membuatku semakin tidak tahan dengan aroma membosankan dan tidak asiknya. Bahkan jika kau dan aku memiliki senjata sudah pasti lah kita akan langsung mengokangnya dan menembaki setiap kepala yang sangat tidak asyik itu satu persatu. Rasanya tidak ada yang lebih kau inginkan selain lari keluar dari zona bad mood international tersebut dan menggambar di dalam kamar kembali menikmati keasyikan dengan diri kita berdua lagi.

Another letter to my alter ego (AGAIN)

Kemudian tentang beberapa pria disekitar hidup kita... Oh tentu saja itu perlu dibahas. Tidak perlu disebutkan semuanya. Yang paling istimewa dihati saja. Apa perlu kekasihku disebut sebagai pria nomor pertama? Padahal kenyataannya ia sering kali menyebalkan dan mengecewakan. Tapi kamu juga heran kan, mengapa masih saja aku sangat mencintainya? Tidak butuh alasan. Yang sudah pasti ia pacarku. Bukan pacarmu. Satu-satunya hal yang tidak dapat aku bagi denganmu yaitu tentu saja pacarku. Makanya kamu aku biarkan menjadi single alias lajang. Biar kamu juga bebas gebet sana gebet sini. Oh ya tentu kita tidak bisa lupa satu pria lagi. Sahabatku. Bukan sahabatmu. Karena dia tidak kenal kamu. Sama seperti pacarku yang tidak kenal kamu mekipun kamu pernah membalas smsnya. Apa perlu kusebutkan nama sahabatku itu? Tentu tidak perlu kan? Kamu sudah pasti tahu. Teman terbaik di kota ini. Aih, tidakkah kamu berharap sampai tua pun masih dapat bersahabat dengannya? Bukannya nyaman bermain dengannya setiap hari? Tidak pernah kan kamu merasa bosan atau bete jika bermain dengannya? Ya itulah sebabnya kita sebut ia sangat mengasyikan. Lalu siapakah yang ketiga? Apakah itu gebetanmu? Lagi-lagi itu adalah hal yang tidak dapat kita bagi. Karena aku sudah punya pacar tentulah itu gebetanmu. Mana berani aku mengklaim ia sebagai gebetanku sementara kekasihku sangat galak aduhai dan suka mengambek. Kan kamu yang menyukainya. Wajahnya yang tampan dan badannya yang tinggi besar? Yang kamu sangat senang karena dikomentari yang mana penampilan terbaikmu? Sudahlah aku takkan membahasnya terlalu panjang. Biar saja itu jadi milik bayang-bayangmu karena aku cukup tahu diri dalam berkomitmen dengan pacarku yang lagi-lagi milikku. Bukan milikmu.

Another letter to my alter ego

Lalu, kamu juga tahu kan mengapa aku suka kumis, suka galaxy, suka stop motion animated clay. Sama halnya mengapa kita berdua menyukai -- sangat menyukai lipstik berwarna merah menyala. Dengan rambut ikal kita akan menari-nari di depan cerimin mengikuti hentakan lagu. Semuanya tidak ada alasan. Hanya karena itu menyenangkan saja, kan? Supaya kita senang dan, hey! Buktinya kita memang sangat senang! Hal-hal berbau seni sajalah yang kita suka. Bukannya selalu begitu? Seperti cara kita berteman yang hanya cocok dengan yang sealiran saja. Seringkali kamu dan aku merasa bosan dan jenuh dengan kehidupan nyata di luar kamar. Jawabannya mengapa tentu saja kita berdua sudah mengetahui.